Temukan bagaimana perubahan iklim mempengaruhi Natal bersalju, dari fenomena hujan di atas salju hingga proyeksi liburan musim dingin masa depan.
Impian akan Natal putih menjadi semakin sulit diwujudkan seiring pemanasan global mengubah cuaca musim dingin di seluruh dunia.
Apa Itu Natal Putih?
Natal putih secara tradisional didefinisikan sebagai adanya lapisan salju di tanah pada hari Natal. Di banyak wilayah belahan bumi utara, ini dulunya umum, tetapi polanya berubah.
Perubahan Iklim dan Salju Musim Dingin
Suhu rata-rata global telah meningkat lebih dari 1°C sejak era pra-industri. Pemanasan ini secara langsung mempengaruhi hujan salju dan lapisan salju.
Fenomena Hujan di Atas Salju
Salah satu efek yang paling terlihat adalah peningkatan kejadian hujan di atas salju. Ketika udara hangat menyerang wilayah bersalju, salju mencair dan berubah menjadi hujan.
Dampak Regional
Dampaknya bervariasi menurut wilayah. Daerah utara mungkin awalnya mendapat lebih banyak salju karena kelembaban meningkat, sementara wilayah selatan melihat lebih sedikit salju.
Eropa
Eropa Tengah mengalami musim dingin yang lebih pendek dengan hari bersalju yang lebih sedikit. Negara-negara Alpen khawatir tentang keamanan salju untuk pariwisata.
Amerika Utara
AS utara dan Kanada mempertahankan peluang salju, tetapi garis salju bergeser ke utara.
Proyeksi Masa Depan
Model iklim memprediksi penurunan lapisan salju lebih lanjut. Pada tahun 2050, banyak wilayah mungkin secara teratur mengalami Natal hijau.
Kesimpulan
Meskipun Natal putih tidak akan hilang sepenuhnya, ini menjadi lebih langka di banyak wilayah. Aksi iklim sangat penting untuk melestarikan tradisi musim dingin.