Langsung ke konten

Karangtumaritis — Kualitas Udara

IndonesiaWest JavaDesa

Indeks Kualitas Udara Saat Ini & Tingkat Polutan

West Java, Indonesia

Prakiraan kualitas udara harian. PM2.5, PM10, O₃, NO₂, SO₂, CO.

Kualitas Udara

101
Berbahaya
AQI Eropa
Polutan utama: PM2.5
020406080100+

Darurat kesehatan: seluruh penduduk kemungkinan terdampak. Tetap di dalam ruangan, hindari semua aktivitas fisik di luar ruangan, dan segera cari bantuan medis jika mengalami gejala.

02040608010012005010015020004:0010:0016:0022:0004:0010:0016:0022:0004:0010:0016:0022:0003:00
Prakiraan per jam
AQI · PM2.5 μg/m³
Sekarang101112
05:00100105
06:00100106
07:00101100
08:0010077
09:008355
10:007746
11:007544
12:007241
13:006936
14:006531
15:006228
16:006025
17:005724
18:007038
19:008353
20:008659
21:008152
22:008049
23:007950
00:008456
01:009265
02:009771
03:009772
PM2.5
112.0μg/m³
747% dari batas WHOTerlampaui
PM10
112.4μg/m³
250% dari batas WHOTerlampaui
Ozon (O₃)
42.4μg/m³
42% dari batas WHODapat diterima
NO₂
32.5μg/m³
130% dari batas WHOTerlampaui
SO₂
8.1μg/m³
20% dari batas WHOBaik
CO
2080.6μg/m³
52% dari batas WHODapat diterima
Prakiraan kualitas udara harian
Hari ini80Buruk57101
Fri74Buruk34100
Sat61Buruk30100
Sun63Buruk3490
Mon96Sangat Buruk92100
Skala AQI Eropa
0–20
Baik
Polusi udara hampir tidak menimbulkan risiko.
21–40
Cukup
Dapat diterima oleh sebagian besar; orang yang sangat sensitif mungkin merasakan gejala.
41–60
Sedang
Anak-anak, lansia dan penderita penyakit harus membatasi aktivitas luar yang lama.
61–80
Buruk
Semua orang mungkin mulai merasakan efek; kelompok sensitif berisiko lebih besar.
81–100
Sangat Buruk
Peringatan kesehatan kondisi darurat; semua orang mungkin terkena dampak.
100+
Berbahaya
Peringatan kesehatan: dampak serius bagi semua — batasi waktu di luar ruangan.

Indeks Kualitas Udara Eropa berkisar dari 0 (terbaik) hingga 100+ (terburuk). Indeks ini menggabungkan pengukuran partikel dan polutan gas menjadi satu angka.

Riwayat30 hari terakhir
Apa saja polutan ini?
PM2.5Partikel halus yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer. Partikel ini cukup kecil untuk melewati hidung dan tenggorokan, mencapai jauh ke dalam paru-paru dan bahkan memasuki aliran darah. Sumber utama meliputi knalpot kendaraan, proses industri, dan kebakaran hutan.
PM10Partikel kasar yang lebih kecil dari 10 mikrometer, termasuk debu, serbuk sari, dan keausan permukaan jalan. Meskipun lebih besar dari PM2.5, partikel ini tetap menyebabkan iritasi pernapasan dan memperburuk asma.
O₃Ozon permukaan tanah tidak dipancarkan secara langsung — terbentuk ketika nitrogen oksida dan senyawa organik volatil bereaksi di bawah sinar matahari. Lebih tinggi pada sore hari musim panas. Dapat memicu serangan asma dan mengurangi fungsi paru-paru.
NO₂Nitrogen dioksida terutama berasal dari mesin kendaraan dan pembangkit listrik. Zat ini menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pernapasan, membuat paru-paru lebih rentan terhadap infeksi.
SO₂Sulfur dioksida dilepaskan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, terutama batu bara dan minyak. Paparan singkat pun dapat menyempitkan saluran pernapasan, terutama pada penderita asma.
COKarbon monoksida adalah gas tidak berbau dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna. Di luar ruangan, gas ini terutama berasal dari lalu lintas kendaraan. Pada tingkat yang tinggi, gas ini mengurangi kemampuan darah untuk membawa oksigen.
Debu (AOD)AOD 550nm.

FAQ Kualitas Udara

AQI Eropa adalah angka dari 0 hingga 100+ yang merangkum seberapa bersih atau tercemarnya udara. Indeks ini menggabungkan pengukuran partikel halus (PM2.5, PM10) dan gas (ozon, NO₂, SO₂) menjadi satu skor. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk kualitas udara dan semakin besar risiko kesehatannya.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, COPD, atau penyakit jantung adalah yang paling rentan. Bahkan tingkat polusi sedang (AQI 41–60) dapat memicu gejala pada kelompok ini. Atlet dan pekerja luar ruangan juga berisiko lebih tinggi karena laju pernapasan yang lebih cepat.
Pada hari dengan polusi tinggi: tetap di dalam ruangan dengan jendela tertutup, gunakan pemurni udara berfilter HEPA, hindari olahraga berat di luar ruangan (terutama dekat jalan ramai), dan periksa prakiraan AQI sebelum merencanakan aktivitas. Bahkan pada hari dengan polusi sedang, individu sensitif sebaiknya membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Ozon mencapai puncak pada sore hari yang panas dan cerah (musim panas). Polusi partikel (PM2.5) sering kali paling buruk di musim dingin akibat pemanasan dan inversi suhu yang memerangkap polutan di dekat permukaan tanah. Lalu lintas jam sibuk menyebabkan lonjakan NO₂ pagi dan sore hari. Peristiwa debu dan kebakaran hutan dapat memicu lonjakan parah secara tiba-tiba kapan saja.
Data: Copernicus CAMS · CC-BY-4.0